Tips Cara Membeli atau Upgrade RAM Komputer atau Laptop yang Tepat

RAM (Random Access Memory) merupakan salah satu komponen penting yang mempengaruhi kecepatan sistem komputer. RAM berfungsi sebagai memori atau penyimpanan sementara yang dapat mengirimkan atau membaca informasi lebih cepat dibandingkan memori hardisk. RAM menyimpan berbagai memori seperti OS dan aplikasi yang sedang berjalan, dan apabila terjadi overload maka kinerja komputer kalian akan melambat, dan berhenti memberikan respon. Ini biasanya terjadi apabila kalian menginstal aplikasi yang menggunakan banyak memori, menginstal banyak aplikasi di pc, membuka banyak aplikasi secara bersamaan, serta menggunakan OS versi terbaru yang tidak sesuai dengan standar minimum kebutuhan komputer kalian.


Apabila kalian ingin mengupgrade RAM, ada baiknya kalian memperhatikan atau menyimak beberapa hal berikut ini, agar tidak salah memilih RAM yang sesuai dengan standar komputer atau laptop kalian.

1. Tipe/Jenis RAM
Laptop / notebook dan desktop menggunakan bentuk RAM yang berbeda (form factor). Bentuk ini terlihat dari konfigurasi pin dan ukuran yang digunakan sesuai dengan dukungan motherboard. Desktop umumnya menggunakan form factor DIMM (Dual In-Line Memory Module) atau UDIMM, sedangkan laptop atau notebook menggunakan form factor SO-DIMM (Small Outline Dual In-Line Memory Module) atau SODIMM. DIMM memiliki ukuran atau panjang dua kali lebih besar dibandingkan SO-DIMM. Pangjang DIMM yaitu 5,25 inci sedangkan SO-DIMM hanya 2,74 inci. Sementara untuk konfigurasi pin, DIMM memiliki 288 pin, sedangkan SO-DIMM hanya 260 pin. Jadi ingatlah bahwa laptop dan desktop memiliki jenis form factor yang berbeda, jangan sampai salah beli, atau gak muat nantinya.

2. Memilih DDR
DDR RAM terdiri dari beberapa versi atau jenis yang telah berkembang diantaranya DDR1, DDR2, DDR3, DDR4 dan DDR5. Saat ini sebagian besar perangkat komputer motherboard mendukung DDR4 karena mendukung kecepatan yang lebih tinggi dari DDR RAM sebelumnya. DDR merupakan singkatan dari Double Data Rate dimana data ditransfer dalam satu siklus. Ketika membeli RAM sebaiknya gunakan versi DDR yang sama agar kompatible atau cocok dengan soket pada motherboard kalian. Ini artinya DDR4 tidak bisa dipasang pada DDR3, atau sebaliknya karena tidak kompatibel.

DDR Memori (Author: Martini, Sumber Gambar: https://commons.wikimedia.org/)
Untuk menentukan apakah motherboard kalian mendukung DDR4 atau DDR3 cukup cari informasi spesifikasi dari jenis laptop kalian. Disitu kalian akan memperoleh informasi mengenai spesifikasi dukungan motherboard untuk DDR RAM kalian. Cara lainnya kalian dapat juga meninstal aplikasi berapa Speccy yang akan memberikan informasi yang lebih spesifik mengenai hardware yang kalian gunakan.

3. Jumlah Slot Memory dan Kapasitas Maksimum 
Periksalah berapa jumlah slot RAM pada motherboard kalian, dan juga periksa kapasitas maksimum ekspansi atau tambahan ram per socket. Informasi ini dapat kalian temukan pada spesifikasi jenis laptop atau komputer yang kalian gunakan di internet. Apabila terdapat 2 socket RAM, dan kalian hanya menggunakan satu socket saja dengan kapasitas RAM 4GB, maka sebaiknya kalian bisa membeli tambahan 4GB RAM dengan spesifikasi yang sama untuk dipasang pada socket kedua. Performa komputer akan bekerja lebih maksimal atau lebih cepat jika kalian menggunakan 2 socket RAM dengan spek yang sama dibandingkan kalian mengupgrade RAM ke 8GB pada satu socket saja.

Ketika kalian mengupgrade RAM, periksa juga kapasitas maksimum memori pada laptop yang kalian gunakan, jangan sampai melebihi daya dukung memori karena akan berpengaruh terhadap performanya. Misalnya jika kapasitas maksimum memory pada laptop kalian yaitu 16GB, maka apabila kalian memiliki dua socket, gunakan memori 8GB pada masing-masing socket. Hal ini berbeda apabila kalian menggunakan Desktop, dimana jika kalian menggunakan CPU 64-bit terbaru, ini mendukung ekspansi kapasitas RAM yang lebih besar hingga 64GB atau 128GB khususnya pada generasi CPU Intel atau AMD terbaru, sehingga kalian tidak perlu kuatir dengan batasan maksimum RAM seperti pada laptop.

4. Kecepatan Waktu
Ketika membeli RAM, periksa kecepatan (Module Speed) yang diukur menggunakan satuan MHz. Kecepatan maksimal dari RAM sebaiknya memperhatikan kapasitas daya dukung dari motherboard kalian. Tidak semua jenis motherboard mampu menerima kecepatan RAM yang tinggi, hal ini juga sama dengan prosesor yang kalian gunakan. Pada CPU terdapat memory controller yang mengatur besaran maksimal RAM yang dapat didukung. Namun pada prosesor dan motherboard yang versi terbaru, kecepatan RAM dapat ditingkatkan diatas standar, yang disebut over-clock. Untuk mengecek apakah RAM kalian bisa diover-clock sebaiknya periksa pada pengaturan BIOS atau pada spesifikasi teknis dari CPU dan motherboard yang kalian gunakan. Terkait dengan kecepatan RAM, pastikan bahwa apabila kalian menggunakan dual channel, belilah RAM yang memiliki kecepatan yang sama.

Kecepatan vs latensi (gambar: http://crucialmemory.com/)
Kecepatan RAM menentukan seberapa cepat data atau informasi di proses. Secara umum, kecepatan yang lebih tinggi selalu lebih baik, tetapi sebenarnya kapasitas RAM selalu lebih penting daripada kecepatan dalam hal bermain game. Kecepatan clock yang lebih tinggi dan overclock RAM memang dapat meningkatkan kinerja, namun sebaiknya kalian tidak perlu menghabiskan uang hanya untuk mengupgrade RAM DD4 yang tadinya 2400 MHz menjadi 3000 Mhz. Ini tidak akan memberikan perubahan yang mencolok, hal ini karena meskipun saat ini kecepatan memori sudah meningkat, namun nilai true latency tidak berbeda jauh. Contohnya, DDR4-2666 memiliki nilai true latency yang kurang lebih sama atau tidak beda jauh dengan DDR3-1333, dimana nilainya yaitu 13,5 ns (nanodetik). True Latency menggambarkan indikator kecepatan memori yang sebenarnya dibandingkan Module Speed, hal ini karena True Latency memperkirakan waktu putaran jam dan jumlah putaran jam ke dalam perhitungan.

6. Kapasitas RAM
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa kapasitas adalah faktor paling penting. Lakukan upgrade seperlunya saja sesuai dengan kebutuhan kalian dan ingat jangan melebihi kapasitas maksimum dari komputer atau laptop kalian. Apabila kalian menggunakan komputer untuk bermain game, dan membuka banyak aplikasi secara bersamaan, maka tingkatkan kapasitas RAM agar memperoleh performa yang lebih baik dan cepat. Periksalah apakah kapasitas RAM sudah overload atau belum, disaat kalian menggunakan komputer saat bekerja. Kalian dapat memerika pemakaian memori pada Task Manager. Apabila pemakaian hanya menyisakan 30-25% ruang kosong, sebaiknya lakukan upgrade kapasitas RAM kalian.

7. Dukungan Prosesor dan OS
Periksalah apakah prosesor dan OS kalian mendukung sistem operasi 64 bit atau tidak. Biasanya prosesor memiliki dua tipe arsitektur yaitu 32 bit (x86) dan 64 bit (x64). Arsitektur tersebut menentukan berapa besaran yang maksimum yang dapat kalian gunakan.


Prosesor dan OS yang menggunakan arsitektur 32 bit dirancang untuk menangani jumlah memori maksimum yang terbatas yaitu sebesar 4GB, biasanya ini ditemukan pada notebook dan komputer/laptop versi lama. Sedangkan 64 bit banyak digunakan pada laptop atau komputer terbaru, yang dapat menangani kapasitas memori yang lebih besar yaitu 8GB, 16GB bahkan 32GB. Apabila kalian menggunakan OS 32 bit, sebaiknya kalian upgrade ke 64 bit asalkan ini juga didukung oleh prosesor kalian. Apabila kalian menggunakan 32 bit OS, dan RAM 8GB, maka yang akan terbaca di sistem komputer hanya 4GB.

Oke guys sekian dulu tips dari saya, semoga informasi ini bermanfaat buat kalian yang ingin mengupgrade RAM. 

Post a Comment

0 Comments